Polis

KETENTUAN POLIS ASURANSI MIKRO SYARIAH SI BIJAK

PASAL 1
DEFINISI

  • Asuransi Syariah adalah usaha tolong menolong (ta’awuni) dan saling melindungi (takafuli) diantara para Peserta melalui pembentukan Dana Tabarru’ yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.
  • Peserta adalah orang yang ikutserta dalam Asuransi Syariahsesuai dengan syarat-syarat yang diatur dalam Ketentuan Asuransi Mikro Syariah Si Bijak.
  • Penerima Manfaat adalah orang yang berhak menerima Santunan Asuransi dan memiliki kepentingan yang dapat diasuransikan, yaitu suami, istri, anak kandung,orang tuaatau ahli waris dari Peserta yang sah menurut hukum.
  • Kartu Peserta adalah kartu tanda kepersertaan Asuransi Syariah.
  • Kecelakaan adalah peristiwa yang dialami oleh Peserta yang terjadinya tidak diharapkan, secara tiba-tiba, tidak terduga, tidak sengaja, datang dari luar, bersifat kekerasan dan kasat mata.
  • Penyakit / Sakit adalah kondisi fisik yang tidak normal yang disertai oleh penyimpangan/kelainan yang diketahui dari analisa perubahan fungsi atau keadaan bagian tubuh dari keadaan kesehatan yang normal berdasarkan diagnosa Dokter.
  • Surplus Underwriting adalah selisih lebih dari total kontribusi dari Peserta untuk Dana Tabarru’ dikurangi pembayaran santunan, kontribusi reasuransi dan penyisihan teknis dalam satu periode tertentu.

PASAL 2
AKAD TABARRU’

  • Peserta setuju untuk mengikatkan diri dengan Peserta lainnya dalam Akad Tabarru’ untuk melakukan ta’awuni (saling menolong), takafuli (saling menanggung) dan ta’min (saling melindungi) dalam menghadapi suatu musibah.
  • Sebagai wujud dari Akad Tabarru’ pada ayat (1), para Peserta membayarkan iuran tabarru’ untuk membentuk Dana Tabarru’ dan Peserta atau Penerima Manfaat akan menerima Santunan Asuransi sesuai dengan Ketentuan Asuransi Mikro Syariah SI Bijak.
  • Dana Tabarru’ sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) akan digabungkan dengan Dana Tabarru’ dari lini usaha sejenis yang dikelola oleh Pengelola.

PASAL 3
AKAD WAKALAH BIL UJRAH

Berdasarkan Akad Wakalah bil Ujrah, Peserta memberi kuasa kepada Pengelola untuk mengelola asuransi syariah, termasuk melakukan administrasi, underwriting, pembayaran Santunan Asuransi, pemasaran, dan pengelolaan Dana Tabarru’. Atas pemberian kuasa tersebut, Pengelola mendapatkan Ujrah.

PASAL 4
QARDH

Dalam hal Dana Tabarru’ tidak cukup untuk membayar Santunan Asuransi, Pengelola akan memberikan Qardh untuk menutupi kekurangan tersebut. Pengembalian Qardh kepada Pengelola dilakukan dari Surplus Underwriting dan/atau dari Dana Tabarru’.

PASAL 5
DASAR KEPESERTAAN

  • Sebagai dasar berlakunya kepesertaan asuransi syariah, Peserta wajib mengisi dengan benar dan lengkap data diri, nomor aktivasi dan nomor registrasi Kartu Peserta ketika melakukan aktivasi kepesertaan. Apabila diperlukan, Pengelola berhak meminta data tambahan yang diperlukan. Semua keterangan, data dan pernyataan yang telah diberikan kepada Pengelola menjadi tanggung jawab Peserta.
  • Apabila keterangan dan data sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak sesuai dengan keadaan atau kondisi sebenarnya atau dengan sengaja dipalsukan:
    • Kepesertaan pada asuransi syariah dan seluruh Santunan Asuransi dengan sendirinya batal serta harus dianggap tidak pernah berlaku. Atas pembatalan kepesertaan tersebut, Peserta tidak berhak atas pembayaran apapun.
    • Apabila terjadi hal sebagaimana pada huruf a dan Santunan Asuransi telah dibayarkan, Santunan Asuransi harus dikembalikan kepada Pengelola untuk dikembalikan kedalam Dana Tabarru’.
  • Ketentuan Asuransi Mikro Syariah Si Bijak tidak dapat diubah, ditambah atau dikurangi oleh siapa pun selain atas persetujuan dari Pengelola dan Peserta.

PASAL 6
KONDISI TIDAK DAPAT DIBANTAH

Apabila kepesertaan telah berjalan 2 (dua) bulan atau lebih sejak tanggal dimulainya kepesertaan dan Peserta belum pernah menerima Santunan Asuransi, ketentuan Pasal 5 ayat (2) menjadi tidak berlaku.

PASAL 7
PERIODE KEPESERTAAN

  • Kepesertaan asuransi syariah mulai berlaku sejak tanggal aktivasi oleh peserta dan Kontribusi telah dibayar lunas.
  • Kepesertaan asuransi syariah akan berakhir secara otomatis apabila salah satu dari peristiwa berikut terjadi (mana yang lebih dahulu terjadi):
    • Tanggal salah satu jenis Santunan Asuransi telah dibayarkan; atau
    • Hari ke 366 sejak tanggal aktivasi oleh Peserta.

PASAL 8
KONTRIBUSI

Sebelum periode kepesertaan asuransi syariah dimulai, Peserta wajib membayar kontribusi kepada Pengelola melalui saluran distribusi yang ditunjukoleh Pengelolasebesar Rp 50.000,-(lima puluh ribu rupiah). Kontribusi tersebut digunakan untuk membayar iuran tabarru’ dan ujrah dengan komposisi 50:50.

PASAL 9
PERSYARATAN KEPESERTAAN

  • Usia Peserta pada saat kepesertaan asuransi syariah mulai berlaku minimal 17 (tujuh belas) tahun dan maksimal 64 (enampuluh empat) tahun.
  • Peserta tidak dalam keadaan sakit dan/atau sedang dirawat di rumah sakit pada saat kepesertaan asuransi syariah mulai berlaku.
  • Pengelola tidak akan membayarkan Santunan Asuransi apapun apabila Peserta tidak memenuhi hal-hal yang diatur dalam Ketentuan Asuransi Mikro Syariah Si Bijak.

PASAL 10
SANTUNAN ASURANSI

  • Apabila Peserta meninggal dunia selain akibat kecelakaan, Pengelola akanmembayarkan Santunan Meninggal Dunia sebesar Rp. 2.500.000 (Dua juta lima ratus ribu Rupiah) dan Santunan Pemakaman sebesar Rp.500.000,-(Lima ratus ribu Rupiah).
  • Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan, Pengelola akan membayarkan Santunan Asuransi sebesar Rp 2.500.000,- (Dua juta lima ratus ribu Rupiah).
  • Apabila terjadi kebakaran, bencana alam, pencurian,perampokan terhadap rumah tempat tinggal, kios atau gerobak usaha yang diasuransikan, Pengelola akan membayarkan Santunan Asuransi sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu Rupiah).

PASAL 11
PERSYARATAN DAN TATA CARA KLAIM

  • Peserta atau Penerima Manfaat melaporkan klaim melalui surat atau sms atau telepon kecall center dan menyebutkan data Peserta dan nomor aktivasi.
  • Peserta atau Penerima Manfaat mengirimkan dokumen pengajuan klaim kepada Pengelola berupa:
    • Copy identitas diri Peserta/Penerima Manfaat dan Kartu.
    • Bukti terjadinya musibah, yaitu:
      • Surat Keterangan dari Ketua RT/RW atau rumah sakit apabila Peserta meninggal dunia selain akibat kecelakaan.
      • Surat Keterangan Kepolisian apabila Peserta meninggal dunia akibat kecelakaan atau terjadi kebakaran, bencana alam, pencurian, perampokan terhadap rumah tempat tinggal, atau kios atau gerobak usaha yang diasuransikan
  • Santunan asuransi dibayarkan kepada Peserta atau Penerima Manfaatpaling lambat 10 (sepuluh) hari sejak dokumen diterima Pengelola secara lengkap.

PASAL 12
SURPLUS UNDERWRITING

Apabila pada akhir tahun keuangan terdapat Surplus Underwriting, maka Peserta setuju untuk memasukkan seluruhnya ke dalam Dana Tabarru’, dengan ketentuan bahwa dalam hal masih terdapat Qardh maka Surplus Underwriting akan digunakan untuk membayar Qardh terlebih dahulu.

PASAL 13
PENGECUALIAN

Santunan Asuransi tidak akan dibayarkan apabila,

  • Peserta meninggal dunia disebabkan bunuh diri atau HIV/AIDs atau Penyakit/Sakit dalam periode selama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak aktivasi
  • Peserta mengajukan klaim yang tidak sesuai dengan jenis Santunan Asuransi yang tercantum dalam Pasal 10 ayat (1), (2) dan (3).
  • Peserta melakukan perbuatan maksiat, minuman keras, kesengajaan, kejahatan, terlibat aktif kerusuhan atau perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma susila.

PASAL 14
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

  • Setiap perselisihan yang timbul sehubungan dengan polis akan diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam waktu paling lama 20 (dua puluh) hari kerja sejak perselisihan diberitahukan oleh suatu pihak kepada pihak lainnya. Dalam kondisi tertentu sebagaimana dimaksud di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, jangka waktu penyelesaian perselisihan dapat diperpanjang paling lama 20 (dua puluh) hari kerja berikutnya dengan pemberitahuan kepada Peserta.
  • Apabila musyawarah tidak mencapai mufakat, Peserta dapat melakukan penyelesaian sengketa melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa yang tercantum dalam daftar yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri.

PASAL 15
PENGELOLA DAN CALL CENTER

  • Pengelola adalah perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan asuransi jiwa yang menjadi anggota Konsorsium Asuransi Mikro Syariah Si Bijak, yaitu:
    • Perusahaan asuransi jiwa yang akan memberikan santunan asuransi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) terdiri dari : PT. Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin, PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanah Giri Artha, PT. AJ. Sinarmas MSIG Life, PT. Avrist Assurance Departemen Syariah, PT Asuransi Takaful Keluarga
    • Perusahaan asuransi kerugian yang akan memberikan santunan asuransi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) terdiri dari : PT. Asuransi Takaful Umum, PT. Asuransi Tri Pakarta, PT. Asuransi Allianz Utama Indonesia Unit Syariah, PT. Bringin Sejahtera Artamakmur (BSAM), PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Takaful, PT. Asuransi Central Asia ACA) Unit Syariah, PT. Asuransi Adira Dinamika Divisi Syariah, PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, PT. Asuransi STACO Mandiri, PT. Asuransi Sinar Mas, PT. Asuransi Astra Buana, PT. Tugu Pratama Indonesia, PT. Asuransi Ramayana Tbk, PT. Asuransi Umum Mega, PT. Asuransi Parolamas, PT. Asuransi Bintang Tbk, PT. Asuransi Bangun Askrida, PT. Jaya Proteksi Takaful, PT. AIG Insurance Indonesia, PT. Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) Unit Syariah, PT. Abda Insurance Divisi Syariah, PT. Pan Pacific Insurance Divisi Syariah, PT. Asuransi Wahana Tata Unit Syariah (Aswata Takaful), PT. Asuransi Mitra Maparya, PT. Jasaraharja Putera
  • Call Center +62 21 3399 4021