Panin Syariah Perkuat Kinerja BMT

Panin Syariah Perkuat Kinerja BMT

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Bank Panin Syariah mendukung kemajuan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) binaan Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah). Untuk menjangkau nasabah yang lebih luas Bank Panin Syariah melakukan kerja sama dengan Inkopsyah BMT dan Asosiasi BMT se-Indonesia (Asbindo).

Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Panin Syariah dan Inkopsyah BMT ditandatangani di Yogyakarta oleh Deny Hendrawati, Dirut Panin Bank Syariah dan Ketua Inkopsyah KH Abdullah Yazid. "Ini merupakan payung kerja sama antara Panin Syariah dengan Inkopsyah. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti dengan perjanjian-perjanjian lain dengan anggota Inkopsyah," kata Deny Hendrawati, Dirut Panin Bank Syariah seusai penandatanganan MoU, Selasa (18/2).

Selain penandatangan dengan Inkopsyah, juga dilakukan kerja sama Panin Syariah dengan Asbindo. Penandatangan dilakukan Dirut Panin Bank Syariah Deny Hendrawati dan Sekretaris Absindo Nyadin. 

Dijelaskan Deny, Panin Syariah akan melakukan pembinaan terhadap BMT melalui perluasan jaringan, teknologi informasi, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Untuk meningkatkan pertumbuhan BMT membutuhkan sinergi,” kata Deny. 

Selain itu, lanjut Deny, BMT juga butuh permodalan dan likuiditas sehingga ketersediaan dan untuk pembeayaan. Panin Syariah yang sudah bekerja sama dengan BMT sejak akhir tahun 2009 lalu. Selama empat tahun kerja sama, Panin Syariah mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar-Rp 350 miliar untuk membantu pemodalan dan likuiditas BMT. “Untuk tahun 2014, dana untuk modal dan likuiditas ditingkatkan menjadi Rp 1 triliun,” tandas Deny.

Untuk mempermudah acces pelayanan syariah, tahun ini Panin Syariah, akan membuka 20 kantor cabang dan Layanan Syariah Bank (LSB) pada Bank Induk Panin seluruh Indonesia. "Pelayanan LSB akan lebih mudah menjangkau para nasabah syariah di seluruh Indonesia," kata Deny.

Berdasarkan data keuangan, Panin Syariah telah memiliki total aset sebesar Rp 4.075 miliar, total pembiayaan Rp 2.621 miliar, dana pihak ketiga Rp 2.873 miliar dan jaringan kantor sebanyak 10. Sedang pretasi yang pernah diraih Panin Syariah, 15 Januari 2014 meraih rekor MURI sebagai Bank Syariah Pertama yang Go Publik. 

“Status sebagai bank publik selain meningkatkan kinerja secara berkesinambungan, tentu juga dapat meningkatkan transparansi dalam pengeloaan bank serta pelaksanaan good corporate governance (GCG) secara terpadu,” katanya

 

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID